Welcome To My Blog

Welcome To My Blog !! Enjoy This Blog !!

Senin, 21 Maret 2011

Mengatasi Kegagalan Mengelola Waktu

Entah Anda seorang pelajar, pekerja, pelayan Tuhan, orang tua, atau siapapun, kita semua selalu bertindak dengan berdasarkan waktu. Ketika membuat sebuah janji, ketika mengerjakan dan mengusahakan sesuatu, bahkan mengatakan sesuatu, tentunya menyertakan pertimbangan waktu. Inilah alasan kita perlu pemanfaatan waktu yang baik agar apa yang kita lakukan dapat berhasil. Namun, ketika kita gagal memanfaatkan waktu, tidak selalu itu karena kita pasif dan hanya berdiam diri. Yang lebih sering adalah karena kita salah dalam mengelolanya. Secara garis besar, kesalahan pengelolaan waktu bisa terjadi karena dua hal, yaitu dari tindakan kita dan dari pemikiran kita.

Tindakan yang keliru dalam mengelola waktu :


1. Melakukan terlalu banyak hal sekaligus.
Kita semua ingin semua bisa kita selesaikan sekaligus. Tujuannya tentu supaya kita bisa segera lepas dari semua beban dan bisa lebih santai. Tapi, seringkali hal itu justru membuat pekerjaan kita tidak kunjung selesai, atau mungkin saja bisa selesai tapi dengan hasil yang sangat tidak maksimal.
Solusi : Prioritas adalah sesuatu yang harus dimiliki jika berkaitan dengan mengelola waktu. Dalam membuat prioritas, kita tentu harus bisa memiliki fokus dan kesabaran. Melakukan satu demi satu dan memilih mana yang terbaik yang bisa dilakukan. Miliki sasaran dan tujuan yang jelas. Buat agenda atau catatan tentang apa saja hal penting yang harus Anda kerjakan atau lakukan hari ini. Urutkan semua itu berdasarkan mana yang paling mendesak. Pertimbangkan juga situasi yang biasa terjadi dan beri ruang untuk mengantisipasi hal-hal lebih mendesak yang mungkin bisa muncul.

2. Tidak bisa berkata tidak
Apa yang terjadi dengan masalah nomor 1 seringkali juga akibat ketidakmampuan orang mengatakan satu kata, "tidak." Namun, keinginan menyenangkan semua orang ini justru sering membuat kita jatuh dalam masalah. Anda tidak mau berkata tidak karena Anda takut akan menyakiti hati orang lain. Tapi, seringkali kita tidak sadar bahwa saat janji atau hal yang sudah kita sanggup itu ternyata tidak bisa kita kerjakan, kita justru lebi merugikan orang itu. Kita membuat dia kecewa dan telah membuang waktunya.
Solusi : Sederhanakan sasaran Anda. Jika sasaran Anda jelas, Anda akan lebih mudah dalam menentukan apakah jawabannya ya atau tidak. Jangan biasakan berkata "mungkin" jika Anda tahu bahwa Anda memang TIDAK bisa. Selain itu, berkata "tidak" juga perlu latihan. Menolak dengan sopan juga butuh teknik tertentu. Ucapkan terima kasih lebih dulu, nyatakan alas an Anda menolak, usulkan solusi lain jika memang Anda bisa, dll.

3. Menunda
Kebiasaan menunda jelas adalah kebiasaan yang bertentangan dengan prinsip efisiensi waktu. Bahkan, ada kalanya menunda juga tidak hanya menyia-nyiakan waktu, tapi juga uang dan tenaga.
Solusi : Jika ada hal penting yang Anda tunda kemarin, jadikan itu prioritas Anda hari ini. Berikan penghargaan pada diri sendiri setiap kali Anda berhasil mengerjakan sesuatu tanpa menunda. Namun, memang kadang kita juga bisa menunda sesuatu karena kita tidak suka melakukan hal itu. Misal: dalam tes, kita menunda mengerjakan satu soal yang sulit dan mengerjakan soal lain yang lebih mudah. Itulah prinsip menunda yang 'baik'. Jangan menunda lalu menggantikannya dengan melakukan hal-hal yang kurang berguna. dan pastikan juga Anda tetap mengerjakannya!

4. Mengeluh
Mengeluh itu wajar kata orang. Benar. Tapi, saat mengeluh sudah menjadi kebiasaan, maka hal itu membuat Anda menyia-nyiakan waktu yang berharga, Mengapa? Dengan mengeluh, orang menjadi mudah mencari alasan untuk menunda. Waktu yang kita habiskan untuk berhenti dan mengeluh ini itu adalah waktu yang terbuang. Selain itu, bahaya dari mengeluh juga adalah karena mengeluh bias mempengaruhi lingkungan Anda. Tentu saja ini lebih bahaya.
Solusi : Satu cara terbaik mengatasi kebiasaan mengeluh adalah dengan menghadapi sumber keluhan itu. Kenali dulu, apa yang sebenarnya membuat Anda terus mengeluh. Atau mungkinkah Anda mengeluh semata karena tidak ada bahan pembicaraan lain? Cari solusi terbaik untuk menuntaskan masalah ini. Sadari bahwa keluhan Anda bias menular dan mempengaruhi orang lain. Dan ingatlah bahwa sebagai anak Tuhan, jauh lebih baik jika kita bisa bersyukur atas segala keadaan.

5. Kebiasaan tidak terorganisir
Catatan berserakan, peralatan sering diletakkan sembarangan sehingga ketika kita butuh, kita pun menghabiskan banyak waktu untuk mencarinya dulu. Perjalanan tidak direncanakan dengan baik sehingga harus sering bolak-balik. Apakah Anda juga memiliki kebiasaan itu?
Solusi : Jika Anda sering menghabiskan waktu mencari sesuatu, ini saatnya memilah-milah barang Anda. Kelompokkan dan atur agar mudah dilihat tanpa harus membongkar kembali. Buat jadwal untuk merapikan barang barang Anda. Gunakan waktu selama melakukan perjalanan untuk mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan (membaca, berkenalan, dll).

Minggu, 13 Maret 2011

Bunyikan Leher Bangkitkan Risiko Stroke

Kebanyakan orang gemar dan puas setelah sukses membunyikan leher. Gerakan khas itu mungkin menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. Ternyata kebiasaan itu dipercaya dapat mengurangi rasa pegal. Sayangnya jika dilakukan terlalu sering dapat meningkatkan risiko stroke.

Gerakan khas yang menghasilkan bunyi mirip tulang patah sebenarnya terjadi akibat adanya pelepasan gas di dalam membran synovial yang menyelubungi persendian. Gas tersebut keluar dari membran akibat adanya tekanan yang kuat saat leher atau pinggang diputar dengan gerakan mengentak.

Lepasnya gas-gas tersebut tidak berbahaya, bahkan bisa membantu meredakan rasa kaku dan pegal-pegal di persendian. Rasa pegal bisa berkurang untuk sesaat, meski biasanya akan kembali lagi ketika membran synovial mulai terisi kembali oleh udara.

Pakar kebugaran dari New York, Henry S Lodge, MD mengatakan kebiasaan membunyikan leher lebih berbahaya daripada bagian lain karena bisa meningkatkan risiko stroke.

"Pada beberapa perempuan, membunyikan leher dengan gerakan khas dilaporkan bisa meningkatkan risiko stroke. Diduga karena hal ini memicu kerusakan arteri atau pembuluh nadi," ungkap Lodge seperti dikutip dari MSN Health.

Tindakan menggerakkan leher sehingga menghasilkan bunyi mirip tulang patah tidak pernah dianjurkan oleh para ahli. Jika tidak ingin merasakan pegal-pegal, pilihan paling tepat adalah dengan lebih sering bergerak atau melakukan aktivitas fisik.

Kalaupun terpaksa harus melakukannya karena mungkin sudah menjadi kebiasaan yang sulit hilang, maka gerakan yang dilakukan tidak boleh terlalu kuat dan mengentak. Lakukan gerakan sewajarnya, jangan dipaksakan terlalu memutar atau menekuk sehingga memberi beban ekstra karena bisa memicu arthritis atau radang sendi.

Senin, 07 Maret 2011

Semakin Tua Semakin Jadi

Sebuah mobil apabila rajin dirawat, mengganti oli pada waktunya, air accu ditambahkan sebelum kering, body dirawat untuk menghindari karat, mengganti spare part yang kurang berfungsi dengan baik, ampas rem di kontrol agar tidak mengikis tromol rem, service pada waktu yang sudah ditentukan supaya mesinnya tetap tokcer, maka niscaya mobilnya akan bertahan dalam waktu yang lama dengan kondisi tetap bagus. Demikian juga dengan tubuh manusia, apabila persendiannya rajin dilatih dan digunakan sehingga tetap lincir sehingga dan tidak mudah keseleo atau meradang, otot otot tetap direnggangkan secara berkala agar masih elastis dan mampu menendang cukup tinggi, menguatkan otot agar tetap memiliki kemampuan menahan, mengangkat, menunjang persendian, melancarkan serangan, memiliki daya tahan, tenaga masih terpelihara sehingga tetap memiliki senjata ampuh, peredaran darah menjadi terkontrol dan lancar, jantung tetap okay, organ tubuh tetap awet, maka pasti penyakit akan jauh dari kita.

Kalau ini dapat dipahami, maka mulailah terus memperbaiki apa saja yang terasa semakin mundur kemampuannya agar kembali fit and fresh. Jangan pernah menganggap diri sudah tua sehingga memaafkan diri sendiri apabila menemui kesulitan dalam melakukan sebuah gerakan. Semoga kita masih tetap dapat ber kumpul dengan ceria ditahun tahun yang akan datang.

Sabtu, 05 Maret 2011

Umur Seorang Lansia

Ada yang bilang dalam hidup ini lebih penting isinya dari pada panjang umurnya, walaupun sehat sampai lebih dari 100 th. .................bagaimana ?

Apakah Anda sudah merasa tua? Pertanyaan inilah yang diajukan berdasarkan jajak pendapat di Belanda terhadap para manula yang usianya sudah diatas 60 tahun. Ternyata lebih dari 80% secara biologis mereka menilai bahwa dirinya masih tetap muda alias belum merasa tua. Mungkin hal ini pulalah yang mendorong negara-negara di Eropa untuk meningkatkan usia batas pensiun dari 65 tahun menjadi 67 tahun. Kapankan seseorang bisa dinilai sebagai manula/lansia (manusia lanjut usia)? Apakah pada saat ia mulai punya cucu, ataukah pada saat rambutnya mulai beruban? Maka dari itulah juga sampai dengan saat ini para ahli sendiri masih memperdebatkan kapan seseorang bisa dikategorikan sebagai lansia.

Berdasarkan Wordl Health Organization (WHO) mereka mengelompokan lanjut usia sbb :
Lansia Dini - Middle Agge (45 - 59 Tahun
Lansia - Erderly (60 - 74 tahun)
Lansia Tua - Old (75 - 90 tahun)
Lansia Sangat Tua - Very Old (91 tahun keatas)

 
 

Di kolong langit sekarang ini sudah lebih dari 200 ribu orang yang usianya diatas 100 tahun. Yang terbanyak di Amerika Serikat - 96.000 orang, kedua di Jepang 40.390 orang. Walaupun demikian harus diingat bahwa penduduk Amerika dua kali lipat jauh lebih banyak daripada penduduk Jepang. Terbuktikan, bahwa wanita pada umumnya usianya jauh lebih panjang daripada pria. 86% penduduk Jepang yang usianya diatas 100 tahun adalah kaum perempuan. Tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi tua itu sudah merupakan takdir dari sononya, tetapi menjadi tetap awet muda itu adalah pilihan yang ditentukan oleh diri kita sendiri. Otak kitalah yang menentukan apakah kita sudah tua ataukah belum? Anda sudah bisa divonis sebagai orang tua, dimana Anda sudah pikun alias tidak bisa berpikir lagi, tetapi selama Anda masih mampu berpikir dengan baik selama itu pula Anda masih bisa dinilai muda. Berdasarkan statistik lebih dari 70% penghuni rumah jompo di Eropa mengidap penyakit pikun . Hanya sayangnya banyak sekali orang yang mau divonis dan ditentukan oleh orang lain, bahwa dirinya itu sudah tua. Misalnya karena rasa kasih yang berlebihan, sehingga orang-orang disekitarnya menganjurkan, bahkan melarang agar mereka tidak melakukan ini dan itu; maupun pergi sendirian.Hal inilah yang sebenarnya menjerumuskan mereka ke dalam jurang kejompoan.Banyak orang yang memiliki hobby setiap hari membaca iklan kematian untuk mengetahui dalam usia berapa tahun mereka mati. Bahkan pada saat salah satu sahabat atau rekannya meninggal dunia langsung bertanya terhadap diri sendiri, kapankah giliran saya? Sangat disayangkan masa hidup yang sedemikian pendeknya hanya digunakan untuk memikirkan masalah kematian. Daripada memikirkan tentang kematian lebih baik memikirkan bagaimana bisa membuat hidup ini menjadi lebih hidup. Usia bukanlah batasan bagi seseorang untuk melakukan apapun juga. Terlebih lagi jangan sampai kita mau dibelenggu oleh pikiran sendiri dengan alasan sudah tua, karena Age is Just Only a Number.

Banyak orang baru menemukan bakatnya pada saat mereka sudah tua, entah itu bakat melukis ataupun menulis. Mang Ucup sendiri baru sadar, bahwa saya senang menulis setelah saya berumur diatas 55 tahun.
• Harry Bernstein mempublikasikan buku pertamanya yang berjudul The Invisible Wall dalam usia 96 tahun.
• Ann Nixon Cooper dalam usia 106 tahun masih aktiv dalam politik. Ia adalah salah satu supporter dari Barrack Obama.
• Olive Riley adalah blogger tertua ia membuat Blog pertamanya dalam usia 107 tahun. Arthur Wilson baru mulai menikmati masa pensiun sebagai karyawan dari Los Angelos Metro dalam usia 100 tahun. Bahkan Buster Martin dari England sampai saat ini masih tetap aktiv bekerja, walaupun usianya sudah mencapai 103 tahun.Penyanyi dan pemain film gaek yang masih tetap aktiv adalah Johannes Heester dari Belanda. Usia dia sekarang telah mencapai 106 tahun. Konsert terakhir ia lakukan dalam usia 105 tahun.

Kamis, 03 Maret 2011

Trip To PO

Hari ini saya dan kawan kawan pergi ke Ponorogo untuk mengikuti Olimpiade Akuntansi yang diadakan oleh UNMUH Ponorogo. Sekitar 20 orang kamipun berangkar dari Sekolah dengan riang gmbira, Kami meninggalkan pelajaran sekolah demi Olimpiade ini. Pada Kelas S1 hanya tersisa 7 orang murid.

Dengan jangka waktu kira kira 45 menit kamipun sampai di tempat tjuan yaitu UNMUH Ponorogo. Kami mengikuti acara dari awal smpai akhirny tiba saatnya untuk mengerjakan soal. Stlh itu ...

Saatny pngumuman tiba !! Rasany sngat deg degan menunggu pengumuman itu. Tpi trnyta bkan Kami jawarany.

Tpi dngan pnglmn itu, Kami merasa sangat senang dan akan trus mncoba lagi !!!

Rabu, 02 Maret 2011

Welcome To My Blog

Sudah lama tidak blogging lagi,

I'm Back !!!! Hahahahhaha...

Siap blogging lagi euy ..